Lima Murid Dicabuli Guru Menjelang Les UN

November 12, 2008

BANJARNEGARA, SELASA- Perbuatan SS (38), guru SD Negeri Sikumpul 1, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, ini sungguh tidak patut. Beberapa kali pria yang masih membujang ini mencabuli muridnya. Tidak hanya satu orang, tetapi lima orang!

Lebih tidak patut lagi, perbuatan itu dilakukan SS saat para korban yang notabene adalah anak-anak didiknya sendiri itu sedang mengikuti pelajaran tambahan alias les untuk menghadapi ujian nasional (UN) yang sebentar lagi akan jadi gawe besar Depdiknas.

Akibat ulah tak senonoh guru SS itu, lima korban yang masing-masing disebut An (12), In (11), Wn (12) , Ir (12), dan Lia (11), kini tertekan jiwanya. Aparat Kepolisian Resor Banjarnegara, Senin (14/4), meringkus dan menahan SS. Para orangtua korban dan beberapa guru SD Negeri Sikumpul 1, langsung dimintai keterangan.

Kepala Polres Banjarnegara Ajun Komisaris Besar Ermayudi Sumarsono melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris A Sambodo, mengatakan, pihaknya masih terus memeriksa tersangka dan minta keterangan saksi. Untuk memperkuat dugaan tersebut, kelima korban akan divisum terlebih dulu.

“Kepada tersangka kami akan menjerat dengan Pasal 81 subsider Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Perbuatan tersangka sangat tidak layak dilakukan,” ujar Sambodo.

Menurut pengakuan para korban, perbuatan tersangka itu dilakukan beberapa kali dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Semuanya terjadi saat mereka sedang mengikuti les mata pelajaran yang diasuh SS. Kegiatan les dilakukan tiap habis jam sekolah dan dilaksakan mulai Maret lalu. Setiap kali les, murid dipanggil satu per satu ke ruangan berbeda. Saat itulah, SS mencabuli murid-muridnya itu.

Para korban tak berani mengadu kepada siapa pun karena tersangka mengancam tidak akan memberi nilai ujian jika mereka menceritakan perbuatannya kepada orang lain.

Kasus ini terungkap dari kecurigaan Ny Mujito (45) terhadap perubahan perilaku putrinya, An, yang terlihat sering murung, ketakutan, tak mau makan, dan jalannya agak pincang. “Dia lalu saya tanya. Semula dia takut ngomong, tapi setelah saya desak dia mengaku tiga kali dilecehkan oleh gurunya itu. Setelah itu saya lapor ke RT,” tutur Ny Mujito.

Ternyata, hal serupa juga dialami empat korban lainnya. Para orangtua, keluarga, dan tetangga korban nyaris tak mampu menahan emosi. Mereka berusaha mencari tersangka yang juga tinggal di Sikumpul. Belum sempat ratusan orang itu menangkap SS beramai-ramai, polisi tiba dilokasi dan mengamankan SS.(HAN)

Sumbernya klik disini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: