TASIKMALAYA, KOMPAS.com – Seorang kakek yang melakukan perbuatan pencabulan dengan cara menelanjangi, dan menggauli anak gadis SMP usia 14 tahun, sehingga bagian selangkangannya sakit. Dia ditangkap jajaran kepolisian dari Polsek Panumbangan, Minggu (10/5) dini hari setelah keluarga korban melapor ke Polisi.

Edannya, pelaku, yang bertitel Haji Uen Setiawan (61), warga Panoongan RT 15/05 Desa Kertaharja, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, melakukan perbuatan tidak senonohnya terhadap orang yang masih saudara dan tinggal di satu kampung pula.

Korban berinisial KK digauli kakek bejat ini sejak awal Mei 2009. Hubungan seks disertai ancaman dilakukan di rumah pelaku, ketika rumah sedang dalam keadaan kosong.

Kejadian tersebut terungkap, setelah korban mengeluh kepada orangtuanya karena merasakan sakit di bagian selangkangannya, pada Jumat siang. KK mengaku, dipaksa oleh Haji Uen agar melayani nafsu bejatnya.

Karena tidak terima perbuatan Uen, orangtua korban melaporkanya ke Polsek Panumbangan, hingga akhirnya pelaku ditangkap dan diproses secara hukum pihak kepolisian Polres Ciamis.

Kapolres Ciamis AKBP Drs Wibowo, didampingi Kasat Reskrim AKP Agus Gustiaman SH, mengemukakan, pelaku yang sudah berumur melewati setengah abad itu telah melenggar pasal 81 No 23 tahun 2002, dengan ancaman hukuman tujuh tahun sampai 15 tahun penjara.

Diterangkannya pelaku melakukan pencabulan dengan cara membujuk korban yang diiming-imingi uang Rp 10 ribu, dan perbuatan itu sering dilakukan sejak awal Mei 2009.

Dijelaskannya, korban terjerat dalam bujukan kakek cabul itu ketika dipanggil ke rumah pelaku dengan alasan ada keperluan, kemudian saat di rumah, korban ditelanjangi, dirangsang dan dipaksa untuk melayani nafsu bejatnya, dan kejadian tersebut dilakukan sebanyak delapan kali.

“Kami mendapat laporan dari orang tua korban, dan langsung melakukan penangkapan yang saat itu pelaku sedang di rumahnya,” katanya.

Kini pelaku masih mendekam di dalam penjara Polsek setempat untuk dilakukan proses awal, yang rencananya akan diserahkan ke Polres Ciamis untuk porses hukum lebih lanjut.

Sumber klik disini

Apa jadinya kota Batam jika para pelajar SMP di kota ini mulai mengenal istilah seks bebas dan melakukan pesta seks tanpa adanya rasa malu? Pesta seks para pelajar SMP ini dilakukan pada hari Sabtu (18/10) di Hotel Singapura, Jodoh. Di dalam kamar ini ketiga pasangan melakukan pesta seks dengan tanpa rasa risih dan malu, nafsu seakan menutupi syaraf malu ketiga pasangan tersebut.

US (14), NA (14) dan TA(14) adalah tiga orang siswi kelas II di sebuah SMP di Batam. Ketiganya bersama dengan pasangan masing-masing Hafiz (17), Rizki (18) dan Dede (17) menyewa sebuah kamar di hotel tersebut dan melakukan aksi persetubuhan tanpa batas di tempat tersebut.

“Kami berganti-gantian memanfaatkan ranjang hotel. Kadang ada yang di kamar mandi dan juga di lantai. Cuma Dede saja yang tidak melakukan hal tersebut. Ia hanya asyik bercumbu sembari menonton televisi,” kata Hafiz dengan santai.

Ia menuturkan ketika satu pasangan tengah beraksi di lantai, pasangan yang lainnya terpaksa menggunakan kamar mandi. Adegan tersebut saling terlihat oleh pasangan lainnya dan mereka tidak merasakan risih dengan tatapan mata pasangan lainnya.

“Kita tidak melakukan pergantian pasangan, jadi tidak jadi masalah jika terlihat oleh yang lain,” tambahnya sembari tersenyum.

Aksi ‘bongkar muat’ ini mereka lakukan semalam suntuk tanpa mengenal lelah. Pada awalnya aksi mereka tidak diketahui oleh orang tua mereka, karena orang tua ketiga pelajar ini hanya melaporkan kaburnya anak mereka. Namun penyelidikan yang dilakukan oleh aparat kepolisian menunjukkan kejadian luar biasa mengejutkan ini.

Akibat kejadian ini, Hafiz dan Rizki kini harus menjalani pemeriksaan guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Beruntung bagi Dede yang tidak ikut terjerat karena orang tua Ta tidak melaporkan kejadian ini ke polisi.

“Hafiz dan Rizki kita jerat dalam pelanggaran dua pasal, yakni pencabulan dan perlindungan anak,” kata Kapolsek Sekupang, AKP Benny Alamsyah.**grandparagon.com

Sumbernya klik disini

Seks Bebas di Jepang

November 13, 2008

Sekitar 2 minggu lalu ada acara talkshow di salah satu stasiun TV yang mengambil tema tentang seks bebas. Pakar hukum, psikolog, mahasiswa, ibu rumah tangga, dan berbagai profesi lain ikut dihadirkan untuk menyatakan pemikiran masing-masing.

Digelarnya talkshow semacam ini mungkin tak terlepas dari meningkatnya tindak sekuhara (pelecehan seksual) di angkutan umum seperti kereta sebagai penyangga utama transportasi darat, kantor, taman, bahkan sekolah di Jepang. Beberapa fakta yang cukup mengejutkan terkuak dalam acara ini. Salah satu peserta yang dihadirkan adalah pramuria kelas kakap yang sejak usia 14 tahun telah terjun dalam dunia pornoaksi. Orang yang mendorongnya untuk mengambil profesi ini tak lain tak bukan adalah IBU KANDUNGnya sendiri, sekaligus menjadi pengarah gaya dan produser dalam pengambilan foto-foto adegan syur sejak dia duduk di bangku SMP.

Terungkap pula 80% pelajar SMU di Jepang sudah pernah melakukan hubungan seks. Data menunjukkan bahwa hubungan paling awal dilakukan sejak duduk di bangku kelas 6 SD.

Konon Jepang memang produsen video biru terbesar di dunia. Selera pasar yang akhir-akhir ini menunjukkan kecenderungan ke arah anak-anak di bawah umur menjadikan anak SMP sebagai sasaran baru pelampiasan nafsu maksiat. Genre komik dan anime Jepang juga ada yang dikhususkan mengupas tema-tema seputar hubungan intim. Internet dan komik berbumbu XXX yang mudah diakses siapapun, termasuk anak di bawah umur mungkin menjadikan anak-anak tahu hal-hal tertentu sebelum waktunya.

Akan menjadi masalah besar jika materi pornografi dikonsumsi anak-anak dan remaja. Hal semacam ini hanya akan memberikan rangsangan kuat untuk melakukan hubungan seks padahal mereka belum siap untuk itu. Boleh dikatakan akibat negatif dari pornografi dan pornokasi adalah melahirkan banyak masalah sosial seperti kehamilan di luar nikah, putus sekolah, aborsi, single parent, penyebaran penyakit kelamin HIV/AIDS, tindak kriminal seks seperti perkosaan dan pembunuhan yang dipicu pelampiasan nafsu seks akibat mengkonsumsi materi pornografi.

Kenapa media-media XXX punya peranan yang dominan dalam perkembangan seks bebas?

Dr. Judith Reisman, pakar neuroscience (ilmu syaraf) Presiden Institut Edukasi media, California AS menyebutkan :
Kajian neuroscience membuktikan sebuah image yang menggetarkan emosi serupa gambar porno memicu reaksi biokimia yang kuat pada otak. Reaksi ini bersifat instan namun meninggalkan jejak ingatan permanen. Sekali saja cairan zat kimia ini tercipta di otak ia akan sulit bahkan tidak mungkin terhapus.
Ada semacam fenomena sabotase pada otak yang aneh ketika image tertangkap mata meski hanya 3/10 detik dan tersambung ke otak, maka secara alami otak akan mengalami pembentukan struktural lantas merekamnya menjadi memori.
Secara literal kita terus mengembangkan otak baru (new brain) pada setiap pengalaman visual yang kita alami. Gambar porno adalah image yang sangat kuat dan karena tekanan hormon libido memicu ketagihan

Oleh karena itu, anak-anak yang sudah mengkonsumsi materi pornografi rentan sekali mengalami fantasi-fantasi yang mendorong untuk berbuat yang tidak-tidak.

Masyarakat Jepang kurang mengenal norma agama dalam masyarakatnya, sehingga permasalahan yang tidak mengganggu orang lain tidak akan dipersoalkan. Tak dikenal sangsi berupa dosa atau dikucilkan bila seseorang ketahuan berbuat zina. Mabuk juga tidak dilarang, hingga akhirnya menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas. Eksplorasi terhadap anak-anak di bawah umur juga tidak dilarang secara hukum, sehingga tindakan ibu-anak yang malang melintang dalam dunia pornografi tadi juga tidak salah secara hukum. Melakukan apa saja boleh asalkan tidak mengganggu orang lain.Sekitar 3 bulan yang lalu, salah satu penghuni asrama saya juga dikeluarkan gara-gara terngkap basah saat melakukan prornoaksi terhadap siswa SMU tetangga.

Seks bebas juga menjadi penyebar virus HIV yang utama. Sayangnya tayangan anti AIDS di TV justru terasa sangat janggal, aneh, dan tidak layak untuk diberi judul sebagai kampanye anti AIDS. Apa pasal?

Untuk mencegah AIDS adalah dengan safe sex, padahal hubungan seks adalah penyebab utamanya! Bukankah seharusnya kampanye mencegah seks bebas? Agama manapun saya pikir tidak ada yang mengajarkan seks bebas keapada umatnya. Kampanye yang ada justru memperlihatkan bahwa seks bebas itu aman dari AIDS asalkan pakai kondom. Mana ada?!

Usut punya usut, sponsor iklannya adalah perusahaan kondom. Pantas saja. Memang konsep yang bagus terkadang tidak bisa disampaikan secara baik. Konsep yang baik tapi dinilai kurang menjual di mata sponsor bisa jadi tidak pernah dilaunching. Realita kerap kali tak sesuai dengan harapan ideal.

Kembali ke masalah seks bebas di Jepang, nampaknya generasi muda Jepang saat ini sudah lengket dengan budaya ini. Meski masih jarang terlihat di depan umum (karena Bagaimanapun Jepang adalah salah satu negara asia yang konon katanya tahu malu), bukan berarti pemandangan anak muda yang berbuat menjurus ke arah pornokasi jarang di temui.

Sepulang dari Tsukuba hari Minggu lalu, di seberang tempat duduk ada sepasang muda-mudi yang tengil banget dah, bukan untuk dilihat pokoknya. Profesi ala gigolo pun sudah menjadi sangat umum hingga ditampilkan di TV, salah seorang junior saya katanya pernah pula ditawarin untuk jadi hosto (semacam gigolo ).

Terakhir, kesimpulan dari talkshow tadi, akan diusulkan hukum yang mengatur masalah pornografi. Anak di bawah umur 16 tahun tidak boleh dijadikan sasaran pornografi/pornoaksi. Mirip RUU Pornografi di Indonesia yang entah bagaimana juntrungannya itu. Tanya kenapa

*Mahasiswa Ibaraki NCT, anggota FLP Jepang

Sumbernya klik disini

PALANGKARAYA, RABU – Bunga (14), seorang siswi sekolah menengah pertama di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menjadi korban pencabulan dan perkosaan. Pelakunya adalah tujuh anak yang semuanya masih di bawah umur, dengan rentang usia 12-15 tahun, yang bersekolah di beberapa sekolah lanjutan tingkat pertama di Palangkaraya.

“Baik pelaku maupun korban masih di bawah umur. Masyarakat diimbau hati-hati dalam mengawasi anak-anaknya karena kejadian semacam ini ternyata ada,” kata Kepala Kepolisian Resor Palangkaraya Ajun Komisaris Besar Andi Fairan di Palangkaraya, Rabu (25/6).

Berdasar pemeriksaan sementara, kasus perkosaan dan percabulan yang dialami Bunga ini terjadi di belakang Museum Negeri Balanga, Jalan Tjilik Riwut Kilometer dua, Senin siang. (CAS)

Sumbernya klik disini

Kediri – Mengaku bisa mencarikan pekerjaan, Handoko Lutin Hariyono (38), warga Kota Kediri justru mencabuli Bunga (bukan nama sebenarnya), warga Desa Sumberduren, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri yang masih duduk di bangku SMP. Yang menarik, kebejatan pelaku terbongkar lewat SMS mesra yang dikirimkannya kepada sang korban.

Tindakan nekat Handoko Lutin bermula saat dia melakukan pekerjaannya sebagai tukan reperasi kompor gas keliling. Begitu sampai di Desa Sumberduren, Kecamatan Tarokan, pelaku melihat Bunga sedang menunggu toko milik keluarganya seorang diri.

Dengan berpura-pura membeli, pelaku bertanya banyak hal kepada Bunga, yang saat itu sama sekali tak menduga ternyata tak terdapat sedikitpun niatan Handoko untuk membeli.

“Dia mulanya bertanya keberadaan orang tua korban, dan saat mengetahui orang tuanya tak ada di rumah, pelaku mengaku sebagai sahabat ayah korban dan berjanji bisa mencarikan pekerjaan,” kata Kapolsek Tarokan, AKP Hadi Purnomo saat memberikan
keterangan di ruang kerjanya di Mapolsek Tarokan, Jalan Raya Kediri-Nganjuk, Sabtu (28/6/2008).

Setelah beberapa saat bercengkerama dengan korban, pelaku mulai berani memerintah agar korban mengenakan pakaian ketat, dengan alasan salah satu syarat agar korban bisa diterima di tempat kerja yang dijanjikan. Namun saat korban telah mengenakan
celana pendek, pelaku justru mulai berani menggerayangi paha dan mencium pipi korban. Puncaknya, saat hendak pamit pelaku sempat sekali meremas payudara dan kembali menciumi pipi korban.

Terbongkarnya kebejatan pelaku justru bermula dari niatannya mengirimkan SMS mesra ke HP milik korban sehari berikutnya. Namun saat SMS terkirim yang membuka justru ayah korban. Saat itulah, orangtua Bunga curiga dan langsung menginterogasi
anaknya dan diketahui jika telah terjadi aksi pencabulan.

“Isi SMS-nya mananyakan mimpi indah apa semalam setelah mendapatkan belaiannya, dan itu memancing kecurigaan orangtua korban,” lanjut AKP Hadi Purnomo.

Begitu mendapatkan pengakuan jujur dari anaknya, kesabaran orangtua korban tersontak dan langsung melakukan pencarian rumah pelaku. Saat itu pula, korban diminta menelepon pelaku dengan maksud memintanya untuk datang dan dilakukan penjebakan.

Ternyata usaha tersebut berhasil dan pelaku berhasil diamankan orangtua korban bersama sejumlah warga untuk selanjutnya dilaporkan ke Mapolsek Tarokan.

AKP Hadi Purnomo saat dimintai keterangan terkait ancaman hukuman kepada pelaku menjelaskan, pelaku saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif dan akan mendapatkan ancaman hukuman penjara selama 5 tahun penjara, karena melanggar UU Perlindungan Anak.

Secara terpisah, Handoko Lutin Hariyono dalam pemeriksaan petugas mengaku khilaf telah melakukan perbuatan pencabulan tersebut. “Saya tergiur dengan kecantikan dan kemolekan korban. Saya ngaku khilaf dan sama sekali tak ada rencana untuk melakukan hal itu,” katanya dengan wajah tertunduk.(bdh/bdh)

Sumbernya klik disini