SEMARANG, KOMPAS.com – Petugas Kepolisian Wilayah Kota Besar Semarang dan Kepolisian Resor Semarang menangkap LZ (46) yang bersengkongkol dengan orang lain untuk membunuh suaminya, Achmad Khodirin (57), Selasa (19/5) . Polisi menangkap LZ dan rekannya dalam waktu 16 jam setelah mayat korban ditemukan.

“Ada motif asmara di balik pembunuhan ini,” kata Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah Inspektur Jenderal Alex Bambang Riatmodjo ketika menggelar kasus ini di Markas Polwiltabes Semarang, Rabu (20/5) malam. Selain LZ, ada pula tersangka lain dalam kasus ini, yaitu DR (20), BU (46), dan TW (25).

Berdasarkan data Polwiltabes Semarang, Achmad menderita diabetes dan gejala stroke sejak 2006. LZ merasa suaminya tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan seksualnya. Pada Februari 2009, LZ berkenalan dengan DR dan menjalin hubungan asmara. Supaya hubungan itu lancar, LZ dan DR berencana membunuh Achmad.

Pasangan selingkuh itu pun menyusun skenario untuk menjebak korban. DR mengajak korban mencari tempat keramat untuk melakukan ritual khusus. DR berjanji dengan ritual itu, korban akan mendapatkan keuntungan finansial.

Pada Senin (23/5) pagi, DR bertemu korban dan berencana menyewa sebuah mobil untuk dipakai menuju tempat keramat yang dimaksud. DR mencari sendiri mobil sewaan itu, sedangkan korban ditinggalkan di sebuah warung makan.

“Saya bermaksud membunuh Achmad di dalam mobil sewaan itu,” kata DR. Namun, DR bimbang dan membatalkan rencana itu. Pada Senin malam sekitar pukul 22.00, DR mengajak korban ke tempat keramat di Dusun Tritis, Desa Patemon, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang.

Setibanya di tempat itu, korban lantas membuka buku Yassin dan bersiap melakukan ritual. Dengan cepat, DR mengambil parang yang disembunyikan di jok motor dan menyabetkannya di muka, leher, dan punggung korban sebanyak lima kali.

Setelah membunuh, DR pulang ke rumahnya di Dusun Rejosari, Kelurahan Butuh Krajan, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang. DR meminta bantuan ayahnya, BU dan adik iparnya, TW, untuk membuang mayat korban ke sebuah sumur di sekitar lokasi kejadian.

Mayat korban ditemukan warga pada Selasa (19/5) sekitar pukul 05.30. Namun, mayat korban tidak dapat dikenali. “Kasus itu terungkap berkat bantuan dari warga setempat,” kata Alex. Keempat tersangka itu melanggar Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan terancam hukuman maksimal selama 15 tahun penjara.

Sumber klik disini

Ancaman pola hidup seks bebas di kalangan mahsiswa secara umum dan di pondokan atau kos-kosan, khususnya di daerah Kota Jogjakarta, berkembang semakin serius dengan makin longgarnya kontrol yang mereka terima

Jumlah remaja yang mengalami masalah kehidupan seks terus bertambah akibat pola hidup seks bebas, karena pada kenyataannya pengaruh gaya seks bebas yang mereka terima jauh lebih kuat dari kontrol yang mereka terima maupun pembinaan dari orang tua.

Sementara itu tingkat pengawasan dari pemilik kos makin longgar, atau bahkan tidak ada bapak kos yang patut disegani.Sekuat-kuatnya mental seorang mahasiswa kalau terus-menerus mengalami godaan tentu suatu saat akan tergoda pula untuk melakukannya. Godaan bisa berawal dari perbuatan teman2 se-kos yang dengan bebasnya melakukan hubungan seks.

Daerah yang paling besar perilaku seks bebasnya adalah SETURAN,BABARSARI. ya, disanalah tingkat tertinggi dosa yang dibuat oleh mahasiswa yang kebanyakan berasal dari luar jogja. mumpung jauh dari orang tua, ngekos bebas, ya ngeseks ujung2nya..

Pada dasarnya perilaku seksual dapat dikelompokkan menjadi empat kategori, yaitu berciuman, berpelukan, bercumbu (petting), dan berhubungan badan. Sebagian besar perilaku seksual tersebut dilakukan di rumah, rumah kos, lingkungan kampus, dan tempat-tempat lainnya seperti hotel, losmen dan tempat penginapan lainnya. Bahkan ada juga yang melakukannya di dalam mobil pada waktu jalan-jalan.

Perilaku hubungan seks bebas di jogjakarta paling banyak dilakukan sepulang dari tempat hiburan malam, biasanya cewe2 yang sudah mabok akan sangat gampang untuk ditiduri oleh teman2 lelakinya.

Buat mahasiswa saya berpesan agar mempertebal iman agar tidak terjerumus kedalam kehidupan yang salah. Kalian semua adalah generasi yang diharapkan oleh bangsa ini untuk membangun Negara ini dan kalianlah yang akan menjadi pemimpin yang akan datang.

Sumbernya klik disini

Seks Bebas di Jepang

November 13, 2008

Sekitar 2 minggu lalu ada acara talkshow di salah satu stasiun TV yang mengambil tema tentang seks bebas. Pakar hukum, psikolog, mahasiswa, ibu rumah tangga, dan berbagai profesi lain ikut dihadirkan untuk menyatakan pemikiran masing-masing.

Digelarnya talkshow semacam ini mungkin tak terlepas dari meningkatnya tindak sekuhara (pelecehan seksual) di angkutan umum seperti kereta sebagai penyangga utama transportasi darat, kantor, taman, bahkan sekolah di Jepang. Beberapa fakta yang cukup mengejutkan terkuak dalam acara ini. Salah satu peserta yang dihadirkan adalah pramuria kelas kakap yang sejak usia 14 tahun telah terjun dalam dunia pornoaksi. Orang yang mendorongnya untuk mengambil profesi ini tak lain tak bukan adalah IBU KANDUNGnya sendiri, sekaligus menjadi pengarah gaya dan produser dalam pengambilan foto-foto adegan syur sejak dia duduk di bangku SMP.

Terungkap pula 80% pelajar SMU di Jepang sudah pernah melakukan hubungan seks. Data menunjukkan bahwa hubungan paling awal dilakukan sejak duduk di bangku kelas 6 SD.

Konon Jepang memang produsen video biru terbesar di dunia. Selera pasar yang akhir-akhir ini menunjukkan kecenderungan ke arah anak-anak di bawah umur menjadikan anak SMP sebagai sasaran baru pelampiasan nafsu maksiat. Genre komik dan anime Jepang juga ada yang dikhususkan mengupas tema-tema seputar hubungan intim. Internet dan komik berbumbu XXX yang mudah diakses siapapun, termasuk anak di bawah umur mungkin menjadikan anak-anak tahu hal-hal tertentu sebelum waktunya.

Akan menjadi masalah besar jika materi pornografi dikonsumsi anak-anak dan remaja. Hal semacam ini hanya akan memberikan rangsangan kuat untuk melakukan hubungan seks padahal mereka belum siap untuk itu. Boleh dikatakan akibat negatif dari pornografi dan pornokasi adalah melahirkan banyak masalah sosial seperti kehamilan di luar nikah, putus sekolah, aborsi, single parent, penyebaran penyakit kelamin HIV/AIDS, tindak kriminal seks seperti perkosaan dan pembunuhan yang dipicu pelampiasan nafsu seks akibat mengkonsumsi materi pornografi.

Kenapa media-media XXX punya peranan yang dominan dalam perkembangan seks bebas?

Dr. Judith Reisman, pakar neuroscience (ilmu syaraf) Presiden Institut Edukasi media, California AS menyebutkan :
Kajian neuroscience membuktikan sebuah image yang menggetarkan emosi serupa gambar porno memicu reaksi biokimia yang kuat pada otak. Reaksi ini bersifat instan namun meninggalkan jejak ingatan permanen. Sekali saja cairan zat kimia ini tercipta di otak ia akan sulit bahkan tidak mungkin terhapus.
Ada semacam fenomena sabotase pada otak yang aneh ketika image tertangkap mata meski hanya 3/10 detik dan tersambung ke otak, maka secara alami otak akan mengalami pembentukan struktural lantas merekamnya menjadi memori.
Secara literal kita terus mengembangkan otak baru (new brain) pada setiap pengalaman visual yang kita alami. Gambar porno adalah image yang sangat kuat dan karena tekanan hormon libido memicu ketagihan

Oleh karena itu, anak-anak yang sudah mengkonsumsi materi pornografi rentan sekali mengalami fantasi-fantasi yang mendorong untuk berbuat yang tidak-tidak.

Masyarakat Jepang kurang mengenal norma agama dalam masyarakatnya, sehingga permasalahan yang tidak mengganggu orang lain tidak akan dipersoalkan. Tak dikenal sangsi berupa dosa atau dikucilkan bila seseorang ketahuan berbuat zina. Mabuk juga tidak dilarang, hingga akhirnya menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas. Eksplorasi terhadap anak-anak di bawah umur juga tidak dilarang secara hukum, sehingga tindakan ibu-anak yang malang melintang dalam dunia pornografi tadi juga tidak salah secara hukum. Melakukan apa saja boleh asalkan tidak mengganggu orang lain.Sekitar 3 bulan yang lalu, salah satu penghuni asrama saya juga dikeluarkan gara-gara terngkap basah saat melakukan prornoaksi terhadap siswa SMU tetangga.

Seks bebas juga menjadi penyebar virus HIV yang utama. Sayangnya tayangan anti AIDS di TV justru terasa sangat janggal, aneh, dan tidak layak untuk diberi judul sebagai kampanye anti AIDS. Apa pasal?

Untuk mencegah AIDS adalah dengan safe sex, padahal hubungan seks adalah penyebab utamanya! Bukankah seharusnya kampanye mencegah seks bebas? Agama manapun saya pikir tidak ada yang mengajarkan seks bebas keapada umatnya. Kampanye yang ada justru memperlihatkan bahwa seks bebas itu aman dari AIDS asalkan pakai kondom. Mana ada?!

Usut punya usut, sponsor iklannya adalah perusahaan kondom. Pantas saja. Memang konsep yang bagus terkadang tidak bisa disampaikan secara baik. Konsep yang baik tapi dinilai kurang menjual di mata sponsor bisa jadi tidak pernah dilaunching. Realita kerap kali tak sesuai dengan harapan ideal.

Kembali ke masalah seks bebas di Jepang, nampaknya generasi muda Jepang saat ini sudah lengket dengan budaya ini. Meski masih jarang terlihat di depan umum (karena Bagaimanapun Jepang adalah salah satu negara asia yang konon katanya tahu malu), bukan berarti pemandangan anak muda yang berbuat menjurus ke arah pornokasi jarang di temui.

Sepulang dari Tsukuba hari Minggu lalu, di seberang tempat duduk ada sepasang muda-mudi yang tengil banget dah, bukan untuk dilihat pokoknya. Profesi ala gigolo pun sudah menjadi sangat umum hingga ditampilkan di TV, salah seorang junior saya katanya pernah pula ditawarin untuk jadi hosto (semacam gigolo ).

Terakhir, kesimpulan dari talkshow tadi, akan diusulkan hukum yang mengatur masalah pornografi. Anak di bawah umur 16 tahun tidak boleh dijadikan sasaran pornografi/pornoaksi. Mirip RUU Pornografi di Indonesia yang entah bagaimana juntrungannya itu. Tanya kenapa

*Mahasiswa Ibaraki NCT, anggota FLP Jepang

Sumbernya klik disini

SURABAYA — Malang nasib Nyik (nama samaran), 16 tahun, asal Jojoran, Surabaya. Ia digagahi lima pemuda sekaligus bulan September lalu. Salah satu di antaranya pacar Nyik sendiri berinisial PI, warga Jember.

Satu dari lima pelaku pemerkosa akhirnya tertangkap anggota Polsekta Mulyorejo, Sabtu malam (1/11). Tersangkanya Habib Faktur (21), warga Mojosari, Kabupaten Mojokerto, sedangkan empat pelaku lainnya, WH, HD, NS (ketiganya warga Kabupaten Lumajang) dan PI masih menjadi buronan polisi.

“Lima pelakunya dari kota berbeda. Mereka sudah melarikan diri. Jadi, harus menyisir satu per satu tersangka di kota asal masing-masing,” kata AKP Puguh Wasis Setiono, Kapolsek Mulyorejo, Minggu. ”Habib tertangkap setelah disanggong berhari-hari di rumahnya,” ujarnya.

Habib menundukkan wajah saat diperiksa di Mapolsek Mulyorejo. Saat ditanya wartawan, Habib tidak mau banyak bicara. “Saya cuma ikut-ikutan saja,” tuturnya.

Dari paparan kronologi peristiwa September itu, berawal ketika siang hari Nyik-nyik diajak jalan-jalan PI yang baru dua bulan jadian. Nyik yang masih duduk dibangku kelas II SMA tidak curiga ditraktir pacarnya yang bekerja sebagai tukang taman di sebuah mal di kawasan Mulyorejo.

Namun, lewat malam, PI mengajak Nyik ke Taman Mulyorejo. Tanpa disadari, PI mencekoki Nyik minuman hingga teler. PI memapah Nyik ke sebuah rumah kosong yang tidak jauh dari taman. Di rumah itulah Nyik digilir oleh lima tersangka.

Biadabnya lagi, seusai melampiaskan nafsu para tersangka meninggalkan Nyik sendirian di rumah kosong itu. Baru esok harinya, seorang warga mengetahui kondisi Nyik yang pakaiannya dalam keadaan compang-camping, lalu Nyik diantar ke Mapolsek Mulyorejo.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Polres Lumajang dan Polres Jember untuk mencari empat pemuda itu untuk meminta pertanggungjawaban secara hukum,” kata Puguh. uus

Sumbernya klik disini

BOYOLALI, RABU – Seorang siswi kelas satu sebuah SMA di Kabupaten Boyolali, TS (16), hingga Rabu (12/11), masih dirawat intensif di Balai Pengobatan PKU Aisyiyah Kabupaten Boyolali.

TS diduga menjadi korban perkosaan dengan pelaku lebih dari satu orang setelah sebelumnya dipaksa minum minuman keras.

Ditemui di ruang perawatan, korban yang ditemani kedua orangtua dan pamannya masih mengalami trauma berat. Korban baru bisa bercerita sebagian kejadian yang dialaminya kepada keluarga dan pengacaranya Agus Pramono. Korban sudah mulai dirawat di PKU Aisyiyah sejak Senin.

Menurut Agus, korban sempat diajak beberapa temannya, termasuk pacarnya, ke salah satu penginapan di Kecamatan Ampel pada Kamis malam lalu. Di sana, korban dipaksa minum minuman keras yang dimasukkan ke dalam botol air mineral. Namun, saat itu korban berhasil melarikan diri dan pulang.

“Korban lalu kembali dipanggil ke rumah salah satu kerabat temannya di Boyolali pada Sabtu malam, tetapi baru datang pada Minggu pagi setelah dibujuk akan didamaikan dengan pacarnya,” kata Agus.

Setelah itu, korban dibawa ke salah satu rumah kosong di Kradenan, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Semarang. Lokasi ini berada di perbatasan antara Kabupaten Semarang dan Boyolali. Korban kembali dipaksa minum minuman keras hingga mabuk berat dan tidak sadarkan diri.

Menurut pengakuan korban kepada Agus, saat tersadar dia sudah tidak lagi menggunakan celana dalam. Ketika dalam keadaan mabuk berat, korban secara samar-samar merasa diperkosa dua orang yang berbeda. Korban juga samar-samar tahu bahwa di rumah kosong itu ada banyak orang.

Atas kasus itu, polisi saat ini tengah mencari para pelaku.

Sumbernya klik disini