Jakarta Menjadi seorang puteri bak Lady Diana merupakan impian sosialita Paris Hilton. Namun mimpi itu hancur karena rekaman video seks miliknya tersebar.

Anda tentu masih ingat rekaman video seks Paris Hilton dengan mantan kekasihnya Rick Solomon yang tersebar di tahun 2003 lalu. Rekaman yang membuat nama Paris melambung itu ternyata menjadi penyebab hancurnya impian cucu jutawan tersebut.

“Itu bukan seperti yang ku mau (video seks). Aku tak pernah merencanakannya. Aku selalu berharap menjadi putri seperti Lady Diana, namun kini hal itu tak mungkin lagi,” ujar Paris seperti detikhot lansir dari The Sun, Selasa (19/5/2009).

Paris juga berujar apa yang ia tampilkan ke depan publik selama ini bukanlah ia yang sebenarnya. Menurut mantan kekasih Benji Madden itu, hidupnya tak seindah dan sesempurna boneka Barbie.

“Diriku adalah sebuah misteri. Karena kehidupan pribadiku dan apa yang aku tampilkan ke publik benar-benar berbeda,” ujarnya lagi.
(kee/kee)
Sumbernya klik disini

Apa jadinya kota Batam jika para pelajar SMP di kota ini mulai mengenal istilah seks bebas dan melakukan pesta seks tanpa adanya rasa malu? Pesta seks para pelajar SMP ini dilakukan pada hari Sabtu (18/10) di Hotel Singapura, Jodoh. Di dalam kamar ini ketiga pasangan melakukan pesta seks dengan tanpa rasa risih dan malu, nafsu seakan menutupi syaraf malu ketiga pasangan tersebut.

US (14), NA (14) dan TA(14) adalah tiga orang siswi kelas II di sebuah SMP di Batam. Ketiganya bersama dengan pasangan masing-masing Hafiz (17), Rizki (18) dan Dede (17) menyewa sebuah kamar di hotel tersebut dan melakukan aksi persetubuhan tanpa batas di tempat tersebut.

“Kami berganti-gantian memanfaatkan ranjang hotel. Kadang ada yang di kamar mandi dan juga di lantai. Cuma Dede saja yang tidak melakukan hal tersebut. Ia hanya asyik bercumbu sembari menonton televisi,” kata Hafiz dengan santai.

Ia menuturkan ketika satu pasangan tengah beraksi di lantai, pasangan yang lainnya terpaksa menggunakan kamar mandi. Adegan tersebut saling terlihat oleh pasangan lainnya dan mereka tidak merasakan risih dengan tatapan mata pasangan lainnya.

“Kita tidak melakukan pergantian pasangan, jadi tidak jadi masalah jika terlihat oleh yang lain,” tambahnya sembari tersenyum.

Aksi ‘bongkar muat’ ini mereka lakukan semalam suntuk tanpa mengenal lelah. Pada awalnya aksi mereka tidak diketahui oleh orang tua mereka, karena orang tua ketiga pelajar ini hanya melaporkan kaburnya anak mereka. Namun penyelidikan yang dilakukan oleh aparat kepolisian menunjukkan kejadian luar biasa mengejutkan ini.

Akibat kejadian ini, Hafiz dan Rizki kini harus menjalani pemeriksaan guna mempertanggungjawabkan perbuatan mereka. Beruntung bagi Dede yang tidak ikut terjerat karena orang tua Ta tidak melaporkan kejadian ini ke polisi.

“Hafiz dan Rizki kita jerat dalam pelanggaran dua pasal, yakni pencabulan dan perlindungan anak,” kata Kapolsek Sekupang, AKP Benny Alamsyah.**grandparagon.com

Sumbernya klik disini

BEIJING, JUMAT — Seorang kepala sekolah dasar di Provinsi Gansu, Luo Yanglin (48), menjalani hukuman mati pada Hari Guru Nasional China, Rabu (10/9).

Harian Lanzhou Morning Post edisi Kamis melaporkan, guru sekaligus kepala sekolah itu terbukti memerkosa dan melakukan pelecehan seksual atas 39 murid perempuan selama 18 tahun terakhir ini.

Pokoknya, ulah Luo tersebut jauh dari apa yang seharusnya dilakukan seorang guru. Entah mengapa, Luo melakukan itu kepada anak perempuan berusia 7 hingga 14 tahun. Dan, perbuatan bejat tersebut berlangsung saat dia ditugaskan sebagai guru dan kepala sekolah di tiga sekolah antara tahun 1988 dan 2006.

”Luo Yanglin sudah tak bermoral dan menggunakan posisinya sebagai guru dan kepala sekolah untuk memerkosa serta melakukan pelecehan seksual terhadap sejumlah murid perempuan. Beberapa murid itu bahkan beberapa kali diperlakukan tak semestinya,” demikian keputusan pengadilan.

Perbuatan Luo itu terungkap tahun 2006 saat dia menjadi kepala sekolah dasar di sebuah desa. Murid perempuan yang sudah tamat menggugat Luo. Salah seorang murid itu bahkan mengaku diperkosa hingga 10 kali antara tahun 1998 dan 1999. Mereka tidak berani melapor karena diancam. Polisi yang memeriksa kasus tersebut akhirnya mendapat pengakuan serupa dari 37 murid perempuan yang lain atas ulah bejat Luo itu.

Aksi tersebut bisa terjadi setelah murid-murid perempuan itu dibujuk ke kantor Luo seusai jam sekolah, dengan alasan harus membuat pekerjaan rumah atau lainnya. Korban Luo bisa lebih banyak karena umumnya korban trauma jika memberikan kesaksian. Luo pantas menerima hukuman.

Sumbernya klik disini

Seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia mengaku telah berhubungan seks dengan anak majikannya di Hong Kong. Di pengadilan, TKW itu mengaku bersalah atas 5 dakwaan perbuatan cabul dengan anak di bawah umur.

WNI bernama Suwartin itu adalah seorang janda cerai yang telah memiliki 2 anak. Pengacara Suwartin mengatakan, “Dia telah melakukannya karena kesepian.
Di persidangan terungkap bahwa Suwartin pertama kali ngeseks dengan putra majikannya setelah mereka berdua menonton film porno melalui Internet. Anak laki-laki tersebut baru berusia 14 tahun.

Hubungan intim itu terjadi beberapa kali selama 5 bulan. Korban sudah berusaha mengakhiri affair itu. Namun Suwartin yang berusia 45 tahun bersikeras melanjutkannya.

Sampai akhirnya korban mengungkapkan hubungan tersebut kepada seseorang yang dikenalnya. Suwartin pun dilaporkan ke polisi dan ditangkap.

Suwartin telah bekerja selama 11 tahun di rumah orangtua korban. Di persidangan, Suwartin meminta maaf. Dikatakannya, dirinya akan menanggung rasa malu seumur hidup atas apa yang telah dilakukannya.

Vonis hukuman terhadap wanita Indonesia itu akan diputuskan oleh pengadilan dua pekan mendatang.

Sumbernya klik disini

Seorang bapak rela berbuat mesum dengan putri kandungnya sendiri. Warga yang memergoki keduanya pun marah. Mereka diusir dari desa dan membayar denda adat seekor kambing.

Perbuatan mesum itu dilakukan Firman (50) dengan putri kandungnya Yanti (30) yang tinggal di Desa Malin Kuning, Kelurahan Sorek I, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kab Pelalawan. Yang mengejutkan, keduanya melakukan hal tak senonoh itu dengan perasaan suka sama suka.

Setelah digiring ke kantor polisi, mereka mengaku perbuatan mesum itu dilakukan suka sama suka tanpa ada unsur paksaan. Apalagi Yanti juga sudah dianggap dewasa, sehingga polisi tidak bisa mengenakan hukum pidana kepada keduanya.

Perbuatan mesum itu diketahui warga pada akhir pekan lalu sekitar pukul 02.00 dini hari. Yanti sendiri berada di desa tersebut baru sekitar dua pekan membantu bapaknya berjualan martabak. Yanti merupakan anak sulung dari istri pertama Firman yang berada di Pekanbaru.

Warga setempat curiga, karena mereka yang sering kelihatan mesra. Sehingga malam itu, selepas Firman berjualan martabak, warga mengintai keduanya. Rupanya pagi buta itu, Firman dan Yanti yang tinggal di rumah kontrakan itu tengah asyik berbuat mesum dengan cara maaf seks oral.

Namun dari hasil visum yang kita lakukan, Yanti masih perawan. Artinya keduanya belum sempat melakukan hubungan intim layaknya suami istri.

Sumbernya klik disini