Duuh… Dua Kakek Hamili ABG
November 12, 2008
BATURAJA — Kisah memilukan menimpa Cica (bukan nama sebenarnya). Anak baru gede berusia 15 tahun ini digauli CO (60) yang statusnya ayah tiri korban dan DA (67), paman tiri korban. Saat ini korban yang agak terbelakang mental dalam kondisi hamil enam bulan. Bersama suami yang menikahinya satu bulan lalu, AP (28), korban lalu melaporkan kejadian itu kepada polisi, Kamis (17/7).
Korban warga RS Pungur, Desa Terusan, Kecamatan Baturaja Timur, ini diduga digauli secara bergantian oleh ayah tiri dan paman tirinya sejak setahun lalu pada saat korban belum menikah. Setelah korban menikah pun pelaku masih berani mengulangi perbuatannya, terakhir sekitar dua minggu lalu.
Suami korban (AP) saat melapor kepada polisi, Kamis (17/7), mengatakan, kecurigaannya bermula saat melihat istrinya pulang ke rumah dengan kondisi pakaian kotor. Saat ditanya saudara perempuan AP, Cica mengaku bahwa ayah tirinya lah yang melakukannya. “Ebak (bapak) yang melakukannya,” kata AP menirukan korban.
Korban sendiri mengaku perbuatan itu sudah seringkali dilakukan keduanya, baik di rumah maupun kebun. Kepada aparat, Cica mengaku pertama kali dinodai ayah tirinya pada 2007. Saat itu korban tidur di kediaman rumah ayah tirinya di kawasan SP 6, Peninjauan. Di areal perkebunan sawit di daerah SP 6, Peninjauan, korban dinodai.
Diduga karena mental korban agak terbelakang pelaku berani melakukan perbuatan biadab kepada anak tirinya. Perbuatan biadab tersangka CO juga diikuti DA yang juga paman tiri korban hingga korban hamil enam bulan. Setelah korban hamil, tersangka CO mau melempar kesalahan dan menduga DA yang mengakibatkan korban hamil.
Wakapolres OKU Kompol Fajar Budiyanto SIk yang dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian itu. “Kasus ini masih dalam penyelidikan petugas dan terrsangkanya masih dalam pengejaran,” katanya. (eni)
Sumbernya klik disini
PRT wanita asal Indonesia telah berbuat cabul
November 12, 2008
Seorang pembantu rumah tangga (PRT) asal Indonesia mengaku telah berhubungan seks dengan anak majikannya di Hong Kong. Di pengadilan, TKW itu mengaku bersalah atas 5 dakwaan perbuatan cabul dengan anak di bawah umur.
WNI bernama Suwartin itu adalah seorang janda cerai yang telah memiliki 2 anak. Pengacara Suwartin mengatakan, “Dia telah melakukannya karena kesepian.
Di persidangan terungkap bahwa Suwartin pertama kali ngeseks dengan putra majikannya setelah mereka berdua menonton film porno melalui Internet. Anak laki-laki tersebut baru berusia 14 tahun.
Hubungan intim itu terjadi beberapa kali selama 5 bulan. Korban sudah berusaha mengakhiri affair itu. Namun Suwartin yang berusia 45 tahun bersikeras melanjutkannya.
Sampai akhirnya korban mengungkapkan hubungan tersebut kepada seseorang yang dikenalnya. Suwartin pun dilaporkan ke polisi dan ditangkap.
Suwartin telah bekerja selama 11 tahun di rumah orangtua korban. Di persidangan, Suwartin meminta maaf. Dikatakannya, dirinya akan menanggung rasa malu seumur hidup atas apa yang telah dilakukannya.
Vonis hukuman terhadap wanita Indonesia itu akan diputuskan oleh pengadilan dua pekan mendatang.
Sumbernya klik disini
Gara-gara Menolak Dijodohkan, SW Jadi Korban Trafficking
November 11, 2008
Lumajang – Gara-gara kabur dari rumah menolak dijodohkan orangtua, sebut saja SW (16) asal Tambak Asri, Surabaya malah jadi korban trafficking. SW pun jadi budak nafsu pria hidung belang di Lokalisasi Jarit Kecamatan Pasirian, Lumajang.
Peristiwa memilukan ini bermula saat Sri kabur dari rumahnya Lebaran kemarin. SW pun kabur ke rumah kenalannya yang dikenal di Surabaya. Dia pun menuju ke rumah Sari warga Desa Selok Awar-Awar, Pasirian.
Sari pun menampung SW yang membutuhkan pertolongan. Namun, sikap baik Sari ternyata memiliki maksud lain. Sari pun mengenalkan pacarnya, Sadam ke SW.
“Saya sama Sadam diajak keliling, kemudian saya ditinggal di lokalisasi,” ungkap SW kepada detiksurabaya.com, Sabtu (25/10/2008) di Mapolsek Pasirian.
Dari pengakuan SW, Saddam menitipkan dirinya ke salah satu kerabaatnya di Desa Jarit. Rupanya oleh pemilik rumah, SW disuruh melayani lelaki hidung belang. “Saya sudah melayani 3 pria dan dikasih Rp 250 ribu setiap bertemu pria,” kenang Sri setelah diperiksa petugas Polsek Pasirian.
“Saya ingin pulang Mas, kangen sama orang tua. Mungkin ini dosa saya pada orang tua,” ungkapnya sebelum masuk di ruang penyidikan.
Sementara Kapolsek Pasirian AKP Yatmo enggan berkomentar saat dikonfirmasi wartawan di kantornya. Malah Yatmo, menutup rapat-rapat ruangannya dan SW dijauhkan dari wartawan.(fat/fat)
Sumbernya klik disini