Kakek Cabuli Anak SMP 14 Tahun
Mei 22, 2009
TASIKMALAYA, KOMPAS.com – Seorang kakek yang melakukan perbuatan pencabulan dengan cara menelanjangi, dan menggauli anak gadis SMP usia 14 tahun, sehingga bagian selangkangannya sakit. Dia ditangkap jajaran kepolisian dari Polsek Panumbangan, Minggu (10/5) dini hari setelah keluarga korban melapor ke Polisi.
Edannya, pelaku, yang bertitel Haji Uen Setiawan (61), warga Panoongan RT 15/05 Desa Kertaharja, Kecamatan Panumbangan, Kabupaten Ciamis, melakukan perbuatan tidak senonohnya terhadap orang yang masih saudara dan tinggal di satu kampung pula.
Korban berinisial KK digauli kakek bejat ini sejak awal Mei 2009. Hubungan seks disertai ancaman dilakukan di rumah pelaku, ketika rumah sedang dalam keadaan kosong.
Kejadian tersebut terungkap, setelah korban mengeluh kepada orangtuanya karena merasakan sakit di bagian selangkangannya, pada Jumat siang. KK mengaku, dipaksa oleh Haji Uen agar melayani nafsu bejatnya.
Karena tidak terima perbuatan Uen, orangtua korban melaporkanya ke Polsek Panumbangan, hingga akhirnya pelaku ditangkap dan diproses secara hukum pihak kepolisian Polres Ciamis.
Kapolres Ciamis AKBP Drs Wibowo, didampingi Kasat Reskrim AKP Agus Gustiaman SH, mengemukakan, pelaku yang sudah berumur melewati setengah abad itu telah melenggar pasal 81 No 23 tahun 2002, dengan ancaman hukuman tujuh tahun sampai 15 tahun penjara.
Diterangkannya pelaku melakukan pencabulan dengan cara membujuk korban yang diiming-imingi uang Rp 10 ribu, dan perbuatan itu sering dilakukan sejak awal Mei 2009.
Dijelaskannya, korban terjerat dalam bujukan kakek cabul itu ketika dipanggil ke rumah pelaku dengan alasan ada keperluan, kemudian saat di rumah, korban ditelanjangi, dirangsang dan dipaksa untuk melayani nafsu bejatnya, dan kejadian tersebut dilakukan sebanyak delapan kali.
“Kami mendapat laporan dari orang tua korban, dan langsung melakukan penangkapan yang saat itu pelaku sedang di rumahnya,” katanya.
Kini pelaku masih mendekam di dalam penjara Polsek setempat untuk dilakukan proses awal, yang rencananya akan diserahkan ke Polres Ciamis untuk porses hukum lebih lanjut.
Sumber klik disini
Ospek Ekskul SMA 26 Tebet: Siswa Disuruh Telanjang dan Dicabuli
November 13, 2008
Ada apa dengan dunia pendidikan kita. Kenapa aksi mesum, pencabulan semakin marak dilakukan oleh pendidik. Kasus pelecehan seksual di Universitas Indonesia yg diduga dilakukans seorang dosen, belum lagi selesai disidik, muncul lagi kasus pelecehan terhadap anak didik. Kali ini terjadi di lingkungan SMA 26 Tebet Jakarta Selatan.
Sekolah bereputasi bagus itu kini tercoreng oleh ulah oknum pendidik tak bertanggung jawab. Betapa tidak, syarat untuk masuk tim futsal SMA 26 Jakarta, harus telanjang, bahkan dicabuli. Seorang korban akhirnya tak tahan dengan perlakuan tak senonoh yang dilakukan di rumah pelatih mereka, melaporkan kejadian itu ke Polres Jakarta Selatan. ***
Ospek Ekskul SMA 26 Tebet
Siswa Disuruh Telanjang dan Dicabuli
Sungguh kurang ajar syarat untuk masuk tim futsal di SMA 26 Tebet, Jakarta. Siswa yang ingin ikut ekstra kurikuler (ekskul) tersebut disuruh telanjang, bahkan juga dicabuli. Salah seorang siswa yang menjadi korban acara cabul itu melaporkan ke Polres Jakarta Selatan, Jalan Wijaya II, Jaksel, Senin (3/11/2008) sore ini.
“Saya disuruh telanjang bulat. Kalau tidak, saya tidak boleh masuk tim futsal,” ujar korban yang juga siswa kelas 10, Satria (bukan nama sebenarny) kepada detikcom di Mapolres Jaksel. Tindakan pencabulan tersebut dilakukan di rumah pelatih futsal, Joe, 30, Jumat (31/10/2008) di daerah Tebet. Ikut bersama pelatih, 3 orang senior lain yang semua berjenis kelamin laki-laki.
“Setelah telanjang, alat kelamin saya dimain-mainkan. Kurang lebih satu menitan,” tambahnya. Untuk meramaikan acara, mereka bermain kartu. Jika salah seorang kalah, harus mau telanjang bulat. “Katanya biar masuk tim futsal sekolah,” kisah ABG yang memakai topi ini.
Atas tindakan ini. Orang tua korban, DH, melaporkan pelatih tim futsal tersebut ke polisi. Pelatih diadukan dengan pasal 281 tentang Pencabulan. “Saya serahkan kasus ini ke kepolisian. Biar diselesaikan secara hukum,” ujar orang tua korban yang tinggal di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.**
Sumbernya klik disini
Guru Cabul Menari Striptease di Hadapan Murid2nya
November 13, 2008
Bukannya mengajar murid-muridnya menjadi anak baik, seorang guru perempuan justru memberi contoh tak senonoh. Betapa tidak dalam kegiatan ekstra kurikuler, si guru justru mempertontonkan tari strip-tease.Tanpa malu-malu guru ‘gendeng’ ini telanjang di hadapan muri2nya yang rata-rata berusia 15 tahun.
‘Pendidikan moral’ ini jelas membuat para orangtua murid ngamuk dan menuntut agar guru cabul itu dipecat.
Guru tersebut mengajar di sebuah sekolah di Zalaegerszeg, Hongaria Barat. Ia digambarkan masih muda dan berparas cantik. Tadinya murid-murid itu mengira akan mendapat pelajaran tambahan, namun ternyata gurunya ‘memberi pelajaran’ berbeda. Dengan bergairah, dia pun mulai melucuti pakaiannya satu persatu, sampai ke pakaian dalamnya.
Yang namanya ABG menyaksikan gurunya nekad telanjang, mereka pun bersorak sorai. Apalagi ketika si guru meliuk-liukan tubuhnya yg aduhai…Untunglah aksi gila si guru cantik tidak keterusan,seorang guru datang dan menghentikan ‘pelajaran tambahan’ itu. Guru tersebut juga buru-buru menutup tubuh si guru binal ini dengan sehelai taplak. “Sungguh menjijikkan!” ujar guru itu marah.
Tapi seorang murid yang shock melihat ulah gurunya, buur-buru mengambil hapenya dan merekam beberapa adegan saat gurunya hanya mengenakan celana dalam, menari-nari penuh gairah.
Video guru binal itupun dengan cepat menyebar ke masyarakat. Maka beranglah para orangtua murid. “Guru jenis apa dia sehingga bisa berlaku seperti itu di hadapan murid-muridnya? Kalau dia mau menari telanjang, pergilah ke bar, jangan di sekolah,” maki para orangtua murid.
Sebenarnya aksi itu berawal dari tantangan beberapa murid apakah dia berani menari striptease. Ternyata guru cantik yang masih berumur 20-an itu, nekad menjawab tantangan muridnya. Dan, dia pun mulai melepaskan bajunya satu persatu kemudian menari. Para murid bersorak sorai, tak percaya mereka seberuntung itu bisa menyaksikan guru cantik itu telanjang.
Usut punya usut, ternyata si guru binal itu adalah cem-ceman (kekasih gelap) sang kepala sekolah. Karenanya, meski para orangtua murid dan guru lain meminta si guru dipecat, kepala sekolah menolak.
“Saya dipaksa untuk memecat guru Jerman itu, namun saya tidak akan memecatnya karena dia merupakan aset berharga bagi lembaga kami,” kata kepala sekolah pada Sandor Rozman.***
Sumbernya klik disini
Pengawal Presiden Minta Layanan Seks Polisi Menyamar PSK
November 13, 2008
WASHINGTON, SELASA — Seorang anggota pasukan pengawal presiden AS (Secret Service) ditangkap karena meminta layanan seks dari seorang pekerja seks komersial (PSK). Apesnya, PSK yang ditawar oleh pengawal berpangkat sersan itu adalah wanita polisi (polwan) yang sedang menyamar sebagai PSK.
Sang sersan, mengendarai mobil dinas dan seragam Secret Service ketika bertemu wanita polisi yang menyamar menjadi PSK itu, Sabtu (8/11) sekitar pukul 00.50 di salah satu jalan di Washington. Demikian dikatakan Inspektur Brian Bray, komandan polisi bagian narkotika dan penyelidikan khusus Distrik Washington kepada Washingtonpost.Com, Senin.
Setelah bernegosiasi harga dan jenis layanan, menurut Bray, sang polisi yang menyamar PSK itu setuju memberi layanan oral seks dengan harga 20 dollar AS (sekitar Rp 200 000). Si wanita meminta pengawal presiden menemuinya di sebuah tikungan jalan. Di sanalah sersan apes itu ditangkap anggota polisi Washington.
Tersangka yang tidak diungkapkan namanya terancam hukuman penjara 180 hari. Namun, ia untuk sementara dilepas sambil menunggu hasil penyelidikan berikutnya.
Secret Service dalam pernyataannya mengatakan, pengawal cabul itu kini ditempatkan sebagai petugas administrasi sambil menunggu hasil penyelidikan polisi dan pemeriksaan internal.
Sumbernya klik disini
Lima Murid Dicabuli Guru Menjelang Les UN
November 12, 2008
BANJARNEGARA, SELASA- Perbuatan SS (38), guru SD Negeri Sikumpul 1, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, ini sungguh tidak patut. Beberapa kali pria yang masih membujang ini mencabuli muridnya. Tidak hanya satu orang, tetapi lima orang!
Lebih tidak patut lagi, perbuatan itu dilakukan SS saat para korban yang notabene adalah anak-anak didiknya sendiri itu sedang mengikuti pelajaran tambahan alias les untuk menghadapi ujian nasional (UN) yang sebentar lagi akan jadi gawe besar Depdiknas.
Akibat ulah tak senonoh guru SS itu, lima korban yang masing-masing disebut An (12), In (11), Wn (12) , Ir (12), dan Lia (11), kini tertekan jiwanya. Aparat Kepolisian Resor Banjarnegara, Senin (14/4), meringkus dan menahan SS. Para orangtua korban dan beberapa guru SD Negeri Sikumpul 1, langsung dimintai keterangan.
Kepala Polres Banjarnegara Ajun Komisaris Besar Ermayudi Sumarsono melalui Kepala Satuan Reserse Kriminal Ajun Komisaris A Sambodo, mengatakan, pihaknya masih terus memeriksa tersangka dan minta keterangan saksi. Untuk memperkuat dugaan tersebut, kelima korban akan divisum terlebih dulu.
“Kepada tersangka kami akan menjerat dengan Pasal 81 subsider Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. Perbuatan tersangka sangat tidak layak dilakukan,” ujar Sambodo.
Menurut pengakuan para korban, perbuatan tersangka itu dilakukan beberapa kali dalam kurun waktu satu bulan terakhir. Semuanya terjadi saat mereka sedang mengikuti les mata pelajaran yang diasuh SS. Kegiatan les dilakukan tiap habis jam sekolah dan dilaksakan mulai Maret lalu. Setiap kali les, murid dipanggil satu per satu ke ruangan berbeda. Saat itulah, SS mencabuli murid-muridnya itu.
Para korban tak berani mengadu kepada siapa pun karena tersangka mengancam tidak akan memberi nilai ujian jika mereka menceritakan perbuatannya kepada orang lain.
Kasus ini terungkap dari kecurigaan Ny Mujito (45) terhadap perubahan perilaku putrinya, An, yang terlihat sering murung, ketakutan, tak mau makan, dan jalannya agak pincang. “Dia lalu saya tanya. Semula dia takut ngomong, tapi setelah saya desak dia mengaku tiga kali dilecehkan oleh gurunya itu. Setelah itu saya lapor ke RT,” tutur Ny Mujito.
Ternyata, hal serupa juga dialami empat korban lainnya. Para orangtua, keluarga, dan tetangga korban nyaris tak mampu menahan emosi. Mereka berusaha mencari tersangka yang juga tinggal di Sikumpul. Belum sempat ratusan orang itu menangkap SS beramai-ramai, polisi tiba dilokasi dan mengamankan SS.(HAN)
Sumbernya klik disini