London – Bukannya memberantas kejahatan, polisi yang satu ini malah jadi pelaku kejahatan. Ia rupanya begitu terobsesi dengan pornografi anak sehingga koleksinya begitu melimpah ruah.

Dikutip detikINET dari Mirror, Kamis (14/5/2009), tersangka bernama Kieran Barret ini memang seakan punya gudang pornografi. Betapa tidak? Ia menimbun lebih dari 220.000 foto porno para bocah tak berdosa di laptopnya.

Tak ketinggalan, Barret yang bertugas di wilayah Peterborough, Inggris itu juga kepergok punya beberapa video mesum para bocah.

Akibat perbuatannya, Barret pun terpaksa diganjar hukuman 15 bulan kurungan. Hakim Michael Heath yang menangani kasus ini menyatakan kalau perbuatan sang polisi sungguh tercela.

Pasalnya, kebiasannya menjadi konsumen pornografi anak berarti sama saja dengan memicu terjadinya tindak pelecehan para bocah.

Tak hanya harus mendekam di pengapnya sel penjara, pria 27 tahun ini juga dilarang bekerja bersama anak-anak seumur hidupnya. Bahkan untuk 10 tahun mendatang, dia masuk dalam daftar hitam pelaku kejahatan seksual.
( fyk / ash )
Sumbernya klik disini

JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang ayah yang tega memerkosa putri kandungnya yang masih berusia 10 tahun akhirnya ditangkap polisi, Rabu (1/4) malam. Ibu korban juga ditangkap karena menutupi perbuatan suaminya. Kejahatan ini bisa terungkap karena tetangga melapor kepada polisi.

Kecurigaan para tetangga terhadap kelakuan Sadun (41) berawal dari tingkah laku putrinya, Dewi (bukan nama sebenarnya), setiap kali ayahnya ada di rumah. Bahkan, saat hujan deras pun Dewi memilih kehujanan di luar daripada masuk ke rumahnya.

Semula Dewi tidak mau berterus terang. ”Dia baru mau ketika kami bujuk mau diberi sandal,” kata Limah (29), salah seorang tetangga korban.

Era (36), tetangga yang lain, menuturkan, dia mencoba mendekati Dewi dengan menanyakan apa yang paling diinginkan Dewi. Sampai akhirnya Dewi berani bercerita telah beberapa kali diperkosa oleh ayahnya.

Dari penuturan Dewi terungkap, Sadun sudah melecehkan Dewi secara seksual sejak dua tahun lalu saat Dewi berumur delapan tahun. Niken Pratiwi (41), ibunda Dewi, memergoki perbuatan suaminya ini pada malam Tahun Baru 2009.

”Waktu itu Niken memang marah sama Sadun, tetapi Niken malah melarang Dewi untuk menceritakan hal ini kepada orang lain,” kata Era mengutip keterangan Dewi.

Dewi dilarang bercerita karena Niken khawatir Sadun akan masuk penjara. Jika Sadun dipenjara, tidak ada lagi yang mencari nafkah buat keluarga mereka.

Sadun sehari-hari bekerja sebagai sopir Metromini T-45 jurusan Pulo Gadung-Pondok Gede dan memiliki tiga anak perempuan. Dewi adalah anak pertama, dua adiknya masih berumur lima tahun dan tiga tahun.

Diadukan

Mendengar pengakuan Dewi, para tetangga sepakat mengadukan Sadun kepada Nanang Kosim, Ketua RT 04 RW 03, Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur. Nanang pun melaporkan Sadun ke Polres Metro Jakarta Timur dengan mengajak Dewi, Rabu. Dewi telah menjalani visum di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Kepergian Nanang dan Dewi ke Polres Metro Jakarta Timur tidak diketahui oleh Sadun dan Niken. Niken, yang mengira Dewi pergi bermain menjadi marah dan bertekad akan menghukum Dewi jika pulang nanti. Pasalnya, Dewi belum mengerjakan tugas rumah tangga yang menjadi kewajibannya sejak putus sekolah tahun lalu.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan Anak Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Grace Harianja mengatakan, kondisi Dewi saat ini sangat terganggu secara psikologis.

”Kemungkinan Dewi dan adik-adiknya akan kami serahkan ke negara karena orangtuanya tidak bisa merawat mereka lagi,” kata Grace.

Sementara itu, Ketua Komnas Anak Seto Mulyadi mengatakan, perbuatan Sadun dan Niken tak bisa dibenarkan. ”Alasan ekonomi tidak bisa dibenarkan untuk melakukan tindakan asusila seperti ini. Seharusnya orangtua melindungi anak-anak, bukan malah menyakiti dan merusak kejiwaan anak,” kata Seto.

Menurut Grace, Sadun akan dikenai Pasal 81 UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak, sedangkan Niken dikenai Pasal 78 UU yang sama.

Sumbernya klik disini

Seks Bebas di Jepang

November 13, 2008

Sekitar 2 minggu lalu ada acara talkshow di salah satu stasiun TV yang mengambil tema tentang seks bebas. Pakar hukum, psikolog, mahasiswa, ibu rumah tangga, dan berbagai profesi lain ikut dihadirkan untuk menyatakan pemikiran masing-masing.

Digelarnya talkshow semacam ini mungkin tak terlepas dari meningkatnya tindak sekuhara (pelecehan seksual) di angkutan umum seperti kereta sebagai penyangga utama transportasi darat, kantor, taman, bahkan sekolah di Jepang. Beberapa fakta yang cukup mengejutkan terkuak dalam acara ini. Salah satu peserta yang dihadirkan adalah pramuria kelas kakap yang sejak usia 14 tahun telah terjun dalam dunia pornoaksi. Orang yang mendorongnya untuk mengambil profesi ini tak lain tak bukan adalah IBU KANDUNGnya sendiri, sekaligus menjadi pengarah gaya dan produser dalam pengambilan foto-foto adegan syur sejak dia duduk di bangku SMP.

Terungkap pula 80% pelajar SMU di Jepang sudah pernah melakukan hubungan seks. Data menunjukkan bahwa hubungan paling awal dilakukan sejak duduk di bangku kelas 6 SD.

Konon Jepang memang produsen video biru terbesar di dunia. Selera pasar yang akhir-akhir ini menunjukkan kecenderungan ke arah anak-anak di bawah umur menjadikan anak SMP sebagai sasaran baru pelampiasan nafsu maksiat. Genre komik dan anime Jepang juga ada yang dikhususkan mengupas tema-tema seputar hubungan intim. Internet dan komik berbumbu XXX yang mudah diakses siapapun, termasuk anak di bawah umur mungkin menjadikan anak-anak tahu hal-hal tertentu sebelum waktunya.

Akan menjadi masalah besar jika materi pornografi dikonsumsi anak-anak dan remaja. Hal semacam ini hanya akan memberikan rangsangan kuat untuk melakukan hubungan seks padahal mereka belum siap untuk itu. Boleh dikatakan akibat negatif dari pornografi dan pornokasi adalah melahirkan banyak masalah sosial seperti kehamilan di luar nikah, putus sekolah, aborsi, single parent, penyebaran penyakit kelamin HIV/AIDS, tindak kriminal seks seperti perkosaan dan pembunuhan yang dipicu pelampiasan nafsu seks akibat mengkonsumsi materi pornografi.

Kenapa media-media XXX punya peranan yang dominan dalam perkembangan seks bebas?

Dr. Judith Reisman, pakar neuroscience (ilmu syaraf) Presiden Institut Edukasi media, California AS menyebutkan :
Kajian neuroscience membuktikan sebuah image yang menggetarkan emosi serupa gambar porno memicu reaksi biokimia yang kuat pada otak. Reaksi ini bersifat instan namun meninggalkan jejak ingatan permanen. Sekali saja cairan zat kimia ini tercipta di otak ia akan sulit bahkan tidak mungkin terhapus.
Ada semacam fenomena sabotase pada otak yang aneh ketika image tertangkap mata meski hanya 3/10 detik dan tersambung ke otak, maka secara alami otak akan mengalami pembentukan struktural lantas merekamnya menjadi memori.
Secara literal kita terus mengembangkan otak baru (new brain) pada setiap pengalaman visual yang kita alami. Gambar porno adalah image yang sangat kuat dan karena tekanan hormon libido memicu ketagihan

Oleh karena itu, anak-anak yang sudah mengkonsumsi materi pornografi rentan sekali mengalami fantasi-fantasi yang mendorong untuk berbuat yang tidak-tidak.

Masyarakat Jepang kurang mengenal norma agama dalam masyarakatnya, sehingga permasalahan yang tidak mengganggu orang lain tidak akan dipersoalkan. Tak dikenal sangsi berupa dosa atau dikucilkan bila seseorang ketahuan berbuat zina. Mabuk juga tidak dilarang, hingga akhirnya menjadi pemicu kecelakaan lalu lintas. Eksplorasi terhadap anak-anak di bawah umur juga tidak dilarang secara hukum, sehingga tindakan ibu-anak yang malang melintang dalam dunia pornografi tadi juga tidak salah secara hukum. Melakukan apa saja boleh asalkan tidak mengganggu orang lain.Sekitar 3 bulan yang lalu, salah satu penghuni asrama saya juga dikeluarkan gara-gara terngkap basah saat melakukan prornoaksi terhadap siswa SMU tetangga.

Seks bebas juga menjadi penyebar virus HIV yang utama. Sayangnya tayangan anti AIDS di TV justru terasa sangat janggal, aneh, dan tidak layak untuk diberi judul sebagai kampanye anti AIDS. Apa pasal?

Untuk mencegah AIDS adalah dengan safe sex, padahal hubungan seks adalah penyebab utamanya! Bukankah seharusnya kampanye mencegah seks bebas? Agama manapun saya pikir tidak ada yang mengajarkan seks bebas keapada umatnya. Kampanye yang ada justru memperlihatkan bahwa seks bebas itu aman dari AIDS asalkan pakai kondom. Mana ada?!

Usut punya usut, sponsor iklannya adalah perusahaan kondom. Pantas saja. Memang konsep yang bagus terkadang tidak bisa disampaikan secara baik. Konsep yang baik tapi dinilai kurang menjual di mata sponsor bisa jadi tidak pernah dilaunching. Realita kerap kali tak sesuai dengan harapan ideal.

Kembali ke masalah seks bebas di Jepang, nampaknya generasi muda Jepang saat ini sudah lengket dengan budaya ini. Meski masih jarang terlihat di depan umum (karena Bagaimanapun Jepang adalah salah satu negara asia yang konon katanya tahu malu), bukan berarti pemandangan anak muda yang berbuat menjurus ke arah pornokasi jarang di temui.

Sepulang dari Tsukuba hari Minggu lalu, di seberang tempat duduk ada sepasang muda-mudi yang tengil banget dah, bukan untuk dilihat pokoknya. Profesi ala gigolo pun sudah menjadi sangat umum hingga ditampilkan di TV, salah seorang junior saya katanya pernah pula ditawarin untuk jadi hosto (semacam gigolo ).

Terakhir, kesimpulan dari talkshow tadi, akan diusulkan hukum yang mengatur masalah pornografi. Anak di bawah umur 16 tahun tidak boleh dijadikan sasaran pornografi/pornoaksi. Mirip RUU Pornografi di Indonesia yang entah bagaimana juntrungannya itu. Tanya kenapa

*Mahasiswa Ibaraki NCT, anggota FLP Jepang

Sumbernya klik disini

PALANGKARAYA, RABU – Bunga (14), seorang siswi sekolah menengah pertama di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menjadi korban pencabulan dan perkosaan. Pelakunya adalah tujuh anak yang semuanya masih di bawah umur, dengan rentang usia 12-15 tahun, yang bersekolah di beberapa sekolah lanjutan tingkat pertama di Palangkaraya.

“Baik pelaku maupun korban masih di bawah umur. Masyarakat diimbau hati-hati dalam mengawasi anak-anaknya karena kejadian semacam ini ternyata ada,” kata Kepala Kepolisian Resor Palangkaraya Ajun Komisaris Besar Andi Fairan di Palangkaraya, Rabu (25/6).

Berdasar pemeriksaan sementara, kasus perkosaan dan percabulan yang dialami Bunga ini terjadi di belakang Museum Negeri Balanga, Jalan Tjilik Riwut Kilometer dua, Senin siang. (CAS)

Sumbernya klik disini

Mojokerto – Tiran (60) warga Desa Kauman, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto, ditangkap petugas Polsek Bangsal, Rabu (16/7/2008). Kakek tersebut dituduh telah mencabuli 4 anak perempuan yang masih tetangga rumah.

Di depan penyidik Polsek Bangsal, Tiran mengaku mencabuli 4 anak yang rata-rata berusia 6 tahun. Karena sudah sebulan tidak berhubungan badan dengan isterinya. “Sebulan ini isteri saya tidak bisa diajak tidur bersama,” kata Tiran.

Perbuatan cabul dilakukan dengan memegang alat vital keempat anak tersebut. Tiran juga mencumbu dan meraba-raba tubuh keempat anak itu dengan penuh birahi. Namun Tiran menyatakan tidak memperkosa empat anak perempuan itu.

Petugas Polsek Bangsal menangkap Tiran berdasar laporan orangtua FN (6), salah seorang korban pencabulan. “Untuk sementara hanya seorang korban, tapi pelaku menyatakan ada empat anak yang dicabuli,” kata Kapolsek Bangsal AKP Agus Purnomo.

Perbuatan cabul Kakek Tiran diketahui setelah FN mengeluh sakit pada alat vitalnya saat kencing. Setelah ditanya ibunya, Siti Karomah (34), ternyata FN mengaku baru diraba-raba oleh Tiran di bagian kemaluannya.

Awalnya, Tiran mengajak anak-anak bermain di rumahnya. Setelah diberi mainan dan dibelikan makanan ringan, Tiran mencumbu anak-anak itu, bahkan meraba-raba bagian tubuh vital anak-anak tersebut.

Jika terbukti melakukan pencabulan, kakek Tiran bisa dihukum penjara selama 15 tahun. Polisi juga masih menunggu keterangan dari orangtua tiga anak lainnya. Menghindari amukan massa, Tiran saat ini ditahan di Polsek Bangsal.(fat/fat)

Sumbernya klik disini